Masjid Nurul Fallah

Masjid Nurul Fallah

Selasa, 22 April 2008

Memperkenalkan Blog Masjid Nurul Fallah

MEMAKMURKAN MASJID DAN MENDATANGI MASJID [UNTUK BERIBADAH


OlehDr Shalih bin Ghanim bin Abdillah As-Sadlani.

Masjid merupakan Baitullah, di dalamnya Ia disembah dan senantiasa disebutnama-Nya. Masjid merupakan menara petunjuk dan bendera Islam. Allahmemuliakan serta mengagungkan orang yang mengikatkan dirinya dengan masjid.
Allah berfirman.
"Artinya : Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Makajanganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah)Allah" [Al-Jin : 18]
Masjid-masjid itu dibangun agar manusia mengerjakan shalat dan berdzikirkepada Allah, membaca Al-Qur'an dan taqarrub kepada-Nya, merendah dihadapan-Nya dan mengharapkan pahala di sisi-Nya.
Sesungguhnya memakmurkan masjid adalah bagian terbesar untuk taqarub kepadaAllah Subhanahu wa Ta'ala. Di antara bagian dari memakmurkan masjid adalahmembangun, membersihkan, membentangkan permadani, meneranginya dan masihbanyak lagi bagian-bagian dari pemerliharaan masjid. Adapula memakmurkanmasjid dengan i'tikaf di dalamnya, shalat dan senantiasa mendatanginyadengan berjama'ah, mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, membaca Al-Qur'an,belajar dan mengajarkannya. As-Sunnah telah menjelaskan keutamaan danbalasan yang besar dalam memakmurkan, membangun dan memelihara masjid.
Diriwayatkan dalam shahih Muslim, Utsman Radhiyallahu 'anhu telah mendengarRasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Barangsiapa telah membangun masjid karena Allah Subhanahu waTa'ala (Bukair berkata : Saya menyangka beliau berkata dengan mengharapwajah Allah), maka Allah akan membangunkannya rumah di Jannah" [ShahihMuslim 1/378 no. 533 urutan 24 kitab al-Masajid bab 4]
Maksudnya karena ikhlas dengan mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta'alasemata serta mengharap keridhaan-Nya, tidak riya, sum'ah dan tidak pulakarena mencari pujian manusia serta bukan karena satu tujuan atautujuan-tujuan yang lain.
Seperti telah dijelaskan tentang keutamaan memakmurkan masjid, dijelaskanpula tentang keutamaan menyiapkan masjid untuk shalat dan pujian bagi orangyang melaksanakannya. Dalam shahih Muslim, Abu Hurairah berkata :Sesungguhnya ada seorang wanita berkulit hitam yang berkhidmat pada masjid(dalam riwayat lain ; seorang pemuda). Suatu ketika Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam tidak melihatnya, maka beliau bertanya tentang dia, parashahabat menjawab, Ia telah meninggal. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.
"Apakah tidak ada kemampuan bagimu untuk memberitahukan kepadaku (tentangkematiannya, ada yang menjawab, sepertinya mereka menganggap kecil masalahitu. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Tunjukkan padaku kuburannya, maka ditunjukkanlah beliau pada kuburantersebut, beliau mendo'akannya kemudian bersabda:"Artinya : Sesungguhnyaahli kubur ini dipenuhi kegelapan dan Allah meneranginya dengan shalatkuterhadap mereka" [Shahih Muslim 2/658 no 956 urutan 71 Kitab al-Janaiz babash-shalat 'ala al-Kubur]
Telah ada beberapa nash sharih lagi shahih yang menjelaskan keutamaanmendatangi masjid untuk menunaikan shalat, dzikir dan qira'ah Qur'an. Orangyang menziarahi masjid itu berada dalam penjagaan Allah dan mendapatkanrahmat-Nya selagi ia duduk didalamnya, menjaga adab-adabnya dan selalumenghubungkan hatinya dengan Allah.
Sesungguhnya shalat seseorang di dalam masjid dilebihkan dari shalat yangdilakukan di rumah atau di pasar dengan 25 derajat atau 27 derajat. Beberapanash telah menjelaskan bahwa orang yang mendatangi masjid dalam gelap, makaAllah akan meneranginya dengan sempurna pada hari kiamat, seperti orang yangpergi ke masjid di pagi hari atau di malam hari, Allah akan menyediakanbaginya rumah di jannah. Ini merupakan fadhilah yang besar, takkan ada orangyang melampui batas atau meremehkannya kecuali orang yang lalai ataupemalas, maka haram baginya mendapatkan kebaikan saudaranya semuslim.
Lihat beberapa hadits yang telah menjelaskan apa yang telah saya katakanaini, supaya menjadi ilmu, bashirah dan petunjuk, dengan itu pula supayakalian melaksanakan rukun ini sebagai ilham dari syi'ar-syi'ar Islam dimasjid bersama jama'ah lain untuk mendapatkan ridha dan balasan dari Allahdi dunia dan di akhirat.
Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Shalat seseorang (di masjid dengan berjama'ah) itu dilebihkandengan 25 derajat dari shalat yang dikerjakan di rumah dan di pasar,sesungguhnya salah seorang di antara kalian jika berwudlu kemudianmenyempurnakannya lalu mendatangi masjid, tak ada keinginan yang lainkecuali untuk shalat, maka tidaklah ia melangkah dengan satu langkah punkecuali Allah mengangkatnya satu derajat, dan terhapus darinya satukesalahan hingga ia masuk masjid ..." [Muttafaqun 'alaih, Lu'lu wal Marjan,yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim 1/131 no. 387]
Orang yang menziarahi masjid berada dalam perlindungan dan rahmat dari Allahselagi tetap dalam duduk dan menjaga adab-adabnya dengan menghadapkan hatikepada Allah semata.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.
"Artinya : Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang menyebabkan Allahmenghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat ..? para shahabatmenjawab ; Ya wahai Rasulullah, beliau bersabda, "Menyempurnakan wudlu meskidalam keadaan susah dan banyak-banyak mendatangi masjid, menunggu shalatsetelah shalat.... itulah ribat, itulah ribat, itulah ribat" [Shahih Muslim1/219 no 251 urutan 41 bab 14 kitab At-Thaharah]
Allah berfirman.
"Artinya : Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telahdiperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktupagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dantidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikansembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hariyang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakanyang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (denganbalasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supayaAllah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepadasiapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas" [An-Nur : 36-38]
Banyak sekali ayat dan hadits-hadits dalam bab ini, maka bagi orang yangberkhidmat di masjid dan bertanggung jawab atas masjid baik atas namapribadi, jama'ah, yayasan atau yang lain haruslah menghidupkan masjid denganmembangun, membersihkan, menghamparkan permadani, penerangan dankesinambungan pemenuhan air serta lainnya yang termasuk di dalamnya demikemudahan dan kelancaran hamba Allah untuk melaksanakan amal-amal yang besardi dalam masjid.

[Disalin dari kitab Shalat Al-Jama'ah Hukmuha Wa Ahkamuha Wat Tanbih 'Ala MaYaqa'u Fiiha Min Bid'ain Wa Akhthain edisi Indoensia Shalat Berjama'ah,Panduan Hukum, Adab, Hikmah. hal 61-65, Pustaka Arafah]sumber http://www.almanhaj.or.id/

Tidak ada komentar: